Batu akik bergambar kodok 3 dimensi - 2 photo BaTu CeMPaKa BeRGaMBaR KoDoK 3 DiMeNSi 2015B_zpsm9u4v9cu.jpg
GEMSTONE FROM ACEH photo GFA 2_zpsvjfi9aj9.jpg
Latest Stone
Tampilkan postingan dengan label Batu akik bergambar naga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batu akik bergambar naga. Tampilkan semua postingan

Batu Akik Naga Terbang Sembur Api Dibandrol Rp 1 Milyar

Meski dibandrol dengan harga yang tinggi, batu akik dengan motif bergambar sangat diminati. Salah satu akik bergambar yang dibandrol dengan harga tinggi, adalah batu bermotif naga terbang yang sedang menyemburkan api. Batu akik ini dibandrol dengan harga Rp 1 miliar.
Adalah Desmon Zebua, warga Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, pemilik dari batu tersebut. Ia menjelaskan batu akik tersebut didapatkannya dari para pengumpul batu di Sungai Mida, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara, saat dirinya sedang menelusuri sungai tersebut bersama rekannya.
Saat keluar dari sungai, Desmon mengaku mendapati sebongkah batu kecil berwarna acak bersama rekan-rekannya. Awalnya, Desmon mengaku tidak melihat ada motif naga pada batu tersebut.
Namun, setelah batu tersebut beberapa kali dipotong dan digosok, perlahan-lahan terlihat motif naga terbang sedang menyemburkan api penuh warna.
“Awalnya corak dalam batu itu hanya panca-warna. Hasil penghalusan, mulai muncul naga terbang sedang menyemburkan api. Mungkin ini batu fenomenal, terdapat warna merah, hitam, coklat, putih, perak, dan emas,” ungkap Desmon, Kamis (12/3).
Beberapa rekan yang melihat batu akik tersebut mulai melirik dan mencoba menanyakan harganya sambil bergurau. Sejumlah orang mulai menawar cincin itu. “Mulai banyak yang melirik dan sudah menawar batu cincin bermotif naga terbang menyemburkan api ini senilai Rp 300 juta, tetapi belum saya lepas,” kata Desmon di kediamannya.
Menurut Desmon, batu akik ini akan dilepasnya dengan harga Rp 1 miliar. Namun, dia membuka kemungkinan untuk negosiasi harga. “Kan kita semua saudara, masa dimahal-mahalkan sih,” ujarnya.(BHR/Bersambung)



Sumber : NON STOP

Giok Arab Bergambar Naga asal Langkat Dibandrol Rp 18 Milyar

Bukan hanya fantastis tetapi sebagian orang mungkin akan berfikir  lebih yakni gila, ketika mengetahui ada batu akik Giok Arab bergambar Naga asal Kabupaten Langkat ditawarkan senilai Rp18 Miliar.  Sebaliknya, bagi pecinta bahkan mahfum nilai seni harga dimaksudkan biasa. “Sah-sah saja kalau kemudian ada orang menilai batu akik Giok Arab  bergambar Naga ini dibandrol Rp18 M. Tetapi, bagi pecinta sebenarnya  atau paham dengan nilai seni batu dimaksudkan mungkin tidak ada  masalah berarti dengan itu. Inikan penawaran dalam jual beli, kalau  senang sama senang antara pembeli dan penjual kenapa tidak, semuanya dapat saja terjadi,” kata Tuwan Imam pemilik batu, Kamis (12/2).





-----------------------------
OJIE NASUTION, Sumatera Utara
------------------------------------------------------

PRIA berperawakan mirip penyanyi Dedy Dukun yang sekaligus pemimpin  Majelis Ta’lim Fardhu A’in (MATFA) Indonesia berlokasi di Dusun III Desa Telaga Said Kecamatan Sei Lepan-Langkat ini, kemukakan hal tersebut mengenai penetapan bandrol akik yang diyakini tidak memiliki kembaran khususnya gambar terdapat di batu.
Ayah dua anak pemilik nama Muhammad Imam Hanafi yang dilahirkan 26 tahun silam menguraikan, harga Rp18 M ditawarkan bukanlah hal aneh mengingat keistimewaan dimiliki batu Janggus dengan corak dasar moccha ditengah-tengah gambar Naga sepertinya sulit ditemukan kembali.
Berbeda halnya dengan jenis akik lainnya yang diperkirakan tetap saja memiliki kesamaan satu sama lainnya seperti bacan misalnya.
“Bukannya muluk-muluk, siapa saja boleh mengechek batu ini. Mohon maaf, kalau pecinta akik inikan biasanya memiliki kemampuan sendiri melihat keunggulannya apa, makanya silahkan saja lihat. Kalau ditanyai, saya juga rugi kok menjualnya karena tidak sebanding dengan kandungan nilai seninya. Apalagi, kita bukan kekurangan materi menjualnya sampai segitu,” tantang Tuwan Imam.
Tuwan Imam pun mengakui, dari sekian banyak koleksi batu akik dimiliki maka Giok Arab bergambar Naga menjadi paling top diantara semuanya. Makanya, nilai jual ditawarkan pun tergolong fantastis bahkan sangat masuk akal bagi peminat yang berduit. Nah, penawaran dimaksudkan juga menantang orang kaya yang benar-benar bernyali untuk memilikinya.
“Terserah mau beranggapan apa dengan harga itu, seperti itulah kondisinya. Hasil penjualannya nanti dimanfaatkan untuk orang banyak kok, nah kalau si orang berduit itu ingin berbagi kepada sesama,” urai dia.
Didampingi dua sahabatnya, Ahmad Arifin Ritonga dan Khalik Ritonga, Tuwan Imam akui saat ini di MATFA Indonesia mereka mengkelola sekitar 50 badan usaha dengan melibatkan seluruh jama’ah. Mulai dari pertanian, perikanan bahkan sampai perdagangan termasuk jual beli batu akik. Untuk persoalan batu akik yang dibicarakan, Tuwan Imam menjelaskan mereka melakukan jual beli dengan menggunakan sertifikat. Artinya, siapapun yang terlibat transaksi bisa saja mengembalikannya suatu saat dengan harga yang ditentukan kemudian.
“Kita bertanggung jawab dengan apa yang kita hasilkan atau keluarkan. Setiap jual beli (akik) kita sertakan sertifikatnya, apabila suatu waktu si pembeli ingin jualkan kembali miliknya kita tampung dengan ketentuan harga disesuaikan. Nah, coba lihat sekarang apakah ada standarisasi harga satu batu akik tersebut. Masing-masing kan memberlakukan harganya sendiri, namun untuk keterikatan atau tindak lanjutnya kan belum ada ya,” beber Tuwan Imam.
Disela-sela pembicaraan, satu persatu jama’ah MATFA Indonesia berdatangan sekaligus mengikuti pembicaraan yang diselingi tausiyah agama sampai cerita pemerintahan hingga bentuk demokrasi dibutuhkan dengan penyampaian cukup segar. Perjalanan nyaris 40 Km dari Kota Stabat ibukota Kabupaten Langkat dengan rute melelahkan karena kondisi jalan lumayan berat menjadi cair dengan apa-apa disampaikan Tuwan Imam.
Kembali ke soal batu akik, sambung Tuwan Imam, saat ini pihaknya sedang membangun ruko tambahan dariyang ada saat ini di simpang pintu masuk perkampungan selain tempat workshop yang sudah tersedia di area  tersebut. Tujuannya, selain usaha juga membuka lapangan kerja kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan dimiliki masing-masing.
Lebih lanjut lagi Tuwan Imam kisahkan, seluruh batu akik dipasarkan atau diproduk mereka merupakan batu Janggus asli berasal dari Kabupaten Langkat. Pemasaran dilakukan tak lain untuk mempromosikan akik dimiliki kabupaten tersebut, karena ditengarai tidak kalah mutunya dari batu akik berbagai daerah d Indonesia.
“Lho inikan produk asli kabupaten (Langkat) ini, kalau kita saja tidak mau mempromosikannya maka siapa lagi yang melakukannya apa mungkin orang luar daerah. Biar dunia tau, kalau batu akik janggus Langkat sangat berharga nilainya,” ungkap dia.
Ahmad Arifin atau biasa disapa Sani dan Khalik dua sahabat yang selalu setia dampingi Tuwan Imam menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya juga memamerkan batu asal Janggus Langkat di Palladium Medan. Gebrakan tersebut, ternyata mendapat sambutan hangat sehingga membuat pihaknya menyeriusi bisnis dimaksud.
Berfilosofi, Tuwan Imam menjabarkan, dengan tren batu akik melanda berbagai daerah di nusantara belakangan ini, diharapkan menjadi pertanda bahwa bangsa Indonesia akan berjaya karena jika di-rewind terhadap suatu peradaban sebelum memasuki zaman modern dimulai dari era batu.
“Mungkin kita sependapat ya, peradaban itu dimulai dari zaman batu hingga sampai saatnya di era modern seperti sekarang ini. Semoga kegandrungan terhadap batu akik membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi,” tukas dia menutup pembicaraan.(*)

Sumber : KALTENG POS
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. GEMSTONE FROM ACEH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger